Oleh:
Mahasiswa Muhamad Akmal Hidayat
Program Akuntansi STIE MBI Depok
NIM: 22020033
Pancasila merupakan falsafah dan dasar negara
Republik Indonesia. Ide, Gagasan, serta kandungan Pancasila berisi kearifan
lokal yang digali dari berbagai perspektif ilmu. termasuk di dalamnya sudut
pandang budaya. Salah satu kebudayaan yang melatar belakangi Pancasila adalah
Sunda.
Budaya Sunda adalah budaya yang tumbuh dan hidup
dalam masyarakat Sunda. Budaya Sunda dikenal dengan budaya yang sangat
menjunjung tinggi sopan santun. Pada umumnya karakter masyarakat Sunda adalah
periang, ramah-tamah (someah, seperti dalam falsafah someah hade ka
seman), murah senyum, lemah-lembut dan sangat menghormati orang tua.
itulah cermin budaya masyarakat Sunda
Suku Sunda merupakan suku
mayoritas yang mendiami wilayah Banten dan Jawa Barat. Jumlah Suku Sunda
menurut data SP BPS 2010 sebanyak 36.701.670 atau 15,5 persen dari seluruh
jumlah penduduk indonesia. Suku sunda merupakan populasi suku terbanyak ke dua
di Indonesia.
Berikut
Asal-Usul Suku Sunda:
1. Sunda berasal dari Bahasa Sansekerta, Awalan Sund
atau Sundsha memiliki arti putih, berkilau bersinar dan terang. Dalam bahasa
Bali dan Jawa Kuno, Sunda berarti Suci, tak tercela, murni, tak bernoda atau
bersih.
2. Suku Sunda berasal dari keturunan Austronesia (ras
Mongolid atau ras yang tersebar dari Taiwan hingga Hawai) yang berada di
Taiwan. Kemudian mereka bermigrasi melalui kepulauan Filipina sampai tiba di
Jawa sekitar 1.500 hingga 1.000 Sebelum Masehi. Pendapat lain mengatakan Suku
Sunda berasal dari Sundalandia, yakni ras yang mendiami semenanjung cekungan
besar. Saat ini, cekungan tersebut telah membentuk Laut Jawa, Selat Melaka dan
Selat Jawa.
Suku Sunda
memiliki ciri Khas yang menjadi identitas suku ini, sebagai berikut:
1. Kesulitan melafalkan huruf F
Diketahui, orang Sunda sulit melafalkan huruf
"F" karena dalam aksara dan bahasa Sunda Kuno tidak mengenal huruf
"F". Biasanya huruf "F"akan dilafalkan menjadi
"P", dimana hal ini telah terjadi secara turun-temurun dari generasi
ke generasi.
2. Suka Lalapan
Hampir
dalam setiap menu makanan sehari-hari tersedia lalapan bersama sambal. Orang
Sunda merasa ada yang kurang jika menyantap makanan utama, namun tidak ada
lalapan sebagai pendamping. Ciri khas inilah paling dikenal dari orang
Sunda.
3. Watak
Orang Sunda memiliki watak yang telah diajarkan
secara turun-menurun dalam menjadi kehidupan sesuai pedoman. lima watak orang
Sunda, yaitu:
a.
Cageur, yang berarti sehat jasmani dan rohani
supaya dapat bekerja dengan baik.
b.
Bener, yang berarti tidak berbohong dan dapat
dipercaya.
c.
Bageur, yang berarti mengasihi sesama dan membantu
orang yang tengah kesulitan
d.
Singer, yang berarti teliti dan tidak ceroboh dalam
bekerja
e. Pinter, yang berarti harus menguasai ilmu
pengetahuan dan belajar yang baik
Bahasa Suku
Sunda
Untuk berkomunikasi sehari-hari, orang Sunda
menggunakan bahasanya sendiri, yakni bahasa Sunda. Hingga saat ini, generasi
muda masih melestarikan bahasa Sunda sebagai bahasa sahari-hari, meskipun
kehidupan mengalami modernisasi. Bahasa Sunda berkembang menjadi beberapa
dialek, yaitu:
1. Sunda
Banten: Bahasa Sunda yang digunakan masyarakat Baten.
2. Sunda
Selatan: Bahasa Sunda yang dipakai komunikasi orang Pringan, seperti Sumedang, Tasikmalaya,
Cimahi, Garut dan Bandung.
3. Sunda
Utara: Bahasa Sunda yang digunakan oleh orang Bogor dan masyarakat di wilayah
Pantai Utara
4. Sunda
Tengah Timur: Bahasa Sunda yang digunakan oleh masyarakat Kuningan dan
Majalengka.
5. Sunda Timur
Laut: Bahasa Sunda yang biasa dipakai berkomunikasi masyarakat Kuningan dan
Cirebon.
Sunda Tenggara: Bahasa Sunda yang biasa
digunakan masyarakat Banjar, Ciamis, bahkan hingga beberapa daerah di Jawa
Tengah.
Tradisi
Suku Sunda
Suku Sunda
memiliki beragam tradisi yang masih dilakukan hingga saat ini. Berikut sejumlah
tradisi Suku Sunda yang menjadi gambaran 5 Sila Pancasila:
1.
Ketuhanan yang Maha Esa
Gambar 1 Upacara Tingkeban
Tingkeban berasal dari kata Bahasa Sunda, Yaitu
tingkeb yang berarti tutup. maksud dari kata Tingkeban adalah seorang ibu hamil
yang megandung selama tujuh bulan tidak boleh bercampur dengan suaminya sampai
empat puluh hari sesudah persalinan. Dalam tradisi ini juga seorang ibu hamil
dilarang untuk bekerja terlalu berat karena bayi yang dikandung sudah cukup besar.
Hal
tersebut dilakukan untuk menghindari risiko pada ibu hamil. Dengan kata lain,
Tingkeban ini memiliki tujuan dan harapan agar ibu hamil dan bayi yang
dikandungnya selamat. Upacara ini biasanya dilakukan dengan cara pengajian yang
membaca ayat suci Al-Qurán, yaitu surat Yusuf, surat Lukman dan juga surat
Maryam. Kemudian terdapat juga upacara pemandian ibu hamil yang dilakukan oleh
tujuh orang keluarga terdekat.
2.
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Gambar 2 Tradisi Cucurak
Cucurak adalah kegiatan yang
sudah ada sejak lama dan dilakukan masyarakat Bogor secara turun-temurun. Dalam
melaksanakan kegiatan cucurak, masyarakat biasanya berkumpul dengan sanak
saudara atau rekan kerja, dan kolega. Setelah berkumpul, kegiatan inti dari
tradisi ini adalah makan bersama. Kegiatan makan bersama inilah yang membuat
cucurak sangat dirindukan oleh masyarakat Bogor setiap kali bulan suci Ramadhan
akan tiba.
Makan bersama juga digelar
secara sederhana sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Menu
menu khas Sunda seperti Ikan, lalapan dan tak lupa tahu, tempe pasti selalu ada
dalam tradisi menjelang Ramadhan ini. Ritual turun temurun ini berasal dari
nenek moyang sehingga juga memiliki beragam makna positif. Pada bagian ini kamu
harus menyimak apa saja makna yang ada dalam tradisi masyarakat Sunda, cucurak.
Tidak sekedar mencari hiburan atau kesenangan semata, tradisi masyarakat
Bogor tersebut juga memiliki tujuan untuk bersilaturahmi.
Satu
minggu menjelang bulan puasa, masyarakat akan meluangkan waktu untuk cucurak
dan bisa mempererat tali silaturahmi. Selain itu, tradisi ini juga adalah salah
satu bentuk rasa syukur atas rezeki yang sudah diberikan oleh yang maha kuasa.
Tradisi yang dilakukan secara bersama sama, juga memiliki makna untuk tetap
berbagi dengan sesama dalam kesedehanaan. Masyarakat Indonesia memang kaya akan
tradisi yang penuh dengan makna kehidupan. Tentu kita semua harus melestarikan
keberadaan tradisi cucurak ini, karena sudah menjadi budaya masyarakat
Indonesia, khususnya Bogor.
3.
Persatuan Indonesia
Gambar 3 Upacara Adat Sunda Seren Tahun
Salah satu bentuk komitmen kaum nasionalis dalam
menjaga kebinekaan Indonesia dan Pancasila adalah kepercayaan diri dalam mengakui
dan melestarikan adat, tradisi, kearifan dan budaya Indonesia yang ada di dalam
masyarakat. Salah satunya adalah upacara adat Sunda Seren Tahun yang merupakan
ekspresi budaya asli Indonesia yang bisa menguatkan kepribadian bangsa.
Keberadaannya menjadi penting diunggulkannya identitas budaya impor. Seren
tahun adalah wujud nyata Pancasila, disini ada bentuk hidup bergotong-royong
ini sebuah aktualisasi nilai Pancasila yag riil.
4.
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan
dalam Permusyawaratan Perwakilan
Gambar
4 Musyawarah Keluarga
Pada sila keempat, masyarakat indonesia terutama Suku Sunda mengutakaman
musyawarah dengan asas kekeluargaan untuk menjalankan demokrasi. Karakter
masyarakat indonesia yang dibangun berlandaskan nilai Pancasila sila ke-4 ini
adalah musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. Contoh
nya di dalam keluarga:
a.
Melakukan diskusi keluarga untuk hal-hal yang harus
diputuskan bersama
b.
Menerapkan musyawarah dan mufakat untuk mengambil
keputusan bersama
c.
Mendengar pendapat anggota keluarga lain
d.
Menghargai dan menghormati pendapat anggota
keluarga lain
e.
Berani menyampaikan pendapat pribadi di forum
keluarga
f.
Tidak menyela anggota keluarga lain yang sedang
berbicara dalam diskusi keluarga
g.
Tidak bersikap Egois dan ingin selalu didengar
tanpa mendengar orang lain
Dengan
membiasakan musyawarah mufakat dalam kehidupan keluarga, kita akan mendapatkan
dampak positif dan manfaat dari musyawarah. Adapun manfaat musyawarah antara
lain masalah dapat segera mendapatkan solusi, belajar menyampaikan pendapat dan
menyatukan perbedaan. Dalam suatu diskusi keluarga, ada beberapa pemikiran yang
berbeda karena semua punya hak yang sama untuk menyampaikan pendapatnya. Namun,
hasil dari diskusi keluarga tetap harus adil, mencakup semua pemikiran dan
menemukan solusi yang dibutuhkan setiap anggota keluarga. Budaya ini
mencerminkan sila ke 4 yang berbunyi “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan”.
5.
Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Gambar 5
Tradisi Ngariung
Tradisi
"Ngariung" artinya makan bersama-sama, ada tradisi ngariung yang
digelar saat malam menjelang Hari Raya Idul Fitri. Ngariung yang berasal dari
Bahasa Sunda berarti berkumpul.
Dalam
tradisi ngariung ini, semua masyarakat di kampung membawa makanan yang mereka
miliki seperti lauk pauk ke masjid terdekat atau musala. Makanan yang terkumpul
ini kemudian dibagikan kembali kepada seluruh warga. Sebelum makanan dibagikan,
masyarakat berdoa sebagai rasa syukur. Supaya seluruh masyarakat bisa menikmati
makanan yang tidak dia miliki, makanan yang terkumpul dalam acara ngariung
dibagikan secara acak kepada masing-masing warga.
Dengan cara
ini diharapkan kebersamaan masyarakat tumbuh kuat. Misal ada warga lain yang
tidak punya daging, ada warga yang punya dan warga yang punya bisa membagi
dagingnya. Menurut Badudin, tradisi ngariung ini banyak hikmahnya. Selain untuk
mempererat silaturahmi antarwarga, ngariung juga mengajarkan sifat berbagi dan
menumbuhkan rasa senasib sepenanggungan di antara sesama manusia. Tradisi
riungan adalah budaya sunda yang harus terus dijaga, jangan sampai hilang.
Kesimpulan
Pancasila memang berakar dari budaya bangsa Indonesia. Karena
dari segi Pancasila terkandung kebudayaan yang menekankan persatuan dan kesatuan.
Pancasila merupakan lima buah asas atau prinsip yang harus dijunjung tinggi
kita sebagai bangsa Indonesia. Sedangkan kebudayaan merupakan sarana hasil
karya, rasa, dan cipta masyarakat. Sehingga Pancasila tercipta berdasarkan
kebudayaan. Kaitan di antara keduanya begitu erat sehingga timbal balik antara
Pancasila dan kebudayaan dapat terjadi dengan signifikan karena keduanya saling
berhubungan. Unsur persatuan dapat kita lihat di dalam pancasila, sedangkan
kita sebagai negara yang memiliki beragam macam kebudayaan. Sehingga kita
sebagai warga negara sudah sepatutnya menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam beragama,
berbudaya dan bernegara.
Daftar Pustaka
Asal usul Suku Sunda https://regional.kompas.com/read/2022/08/27/195622178/mengenal-suku-sunda-dari-asal-usul-hingga-tradisi?page=all#:~:text=Suku%20Sunda%20berasal%20dari%20keturunan,1.500%20hingga%201.000%20Sebelum%20Masehi.
Mengenal Tingkeban Tradisi Sunda Untuk Ibu Hamil https://www.detik.com/jabar/budaya/d-6278187/mengenal-tingkeban-tradisi-sunda-untuk-ibu-hamil#:~:text=Tingkeban%20merupakan%20upacara%20kedua%20yang,yaitu%20tingkeb%20yang%20berarti%20tutup.
Tradisi Cucurak Masyarakat Bogor
Menjelang Ramadhan https://lapisbogor.co.id/artikel/tradisi-cucurak/
Tradisi Seren Taun https://kabar24.bisnis.com/read/20151006/78/479644/puti-guntur-tradisi-seren-taun-wujud-nyata-pancasila
Pengamalan Nilai Pancasila Sila ke 4 di Lingkungan Keluarga https://bobo.grid.id/read/083597303/15-contoh-pengamalan-nilai-pancasila-sila-ke-4-di-lingkungan-keluarga-materi-kelas-4-sd?page=all#:~:text=Contoh%20Pengamalan%20Nilai%20Pancasila%20Sila%20ke%2D4%20di%20Keluarga&text=1.,mufakat%20untuk%20mengambil%20keputusan%20bersama
Pesan Kemanusiaan Dalam Tradisi Ngariung di Serang Banten https://bantenhits.com/2015/07/17/pesan-kemanusiaan-dalam-tradisi-ngariung-di-serang/